Kasus DBD di Manggarai Melonjak, Dinas Kesehatan Imbau Warga Bersihkan Lingkungan 

Kendati baru separuh tahun, jumlah kasus DBD tahun ini sudah tiga kali lipat dari total kasus sepanjang tahun lalu

Floresa.co – Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai mengimbau warga agar membersihkan lingkungan di tengah lonjakan drastis kasus Demam Berdarah Dengue [DBD] pada tahun ini yang naik hampir tiga kali lipat dari total kasus sepanjang tahun lalu.

Kepala Bidang Program Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Gabriel Amir berkata, hingga 31 Mei, DBD di Kabupaten Manggarai mencapai 174 kasus, meningkat tajam dari 64 kasus yang terdata sepanjang 2023.

“Dari 174 kasus ini tidak ada yang meninggal dunia. Kondisi yang sama juga pada tahun 2023, tidak ada yang meninggal,” katanya.

Berbicara dengan Floresa pada 21 Juni, Amir berkata, peningkatan kasus terjadi karena wilayah Manggarai dan sekitarnya mengalami musim pancaroba, peralihan dari musim hujan ke kemarau basah.

“Pancaroba pada kemarau basah berpotensi menimbulkan genangan air, habitat berkembang biak jentik nyamuk pemicu DBD,” katanya.

Pada musim pancaroba, kata dia, cuaca relatif tidak menentu karena kemarau basah memungkinkan hujan datang mendadak, kendati cuaca panas.

Pada 21 Juni, dinasnya bersama puskesmas di Kecamatan Langke Rembong – yang mencakup Ruteng dan sekitarnya – menyelenggarakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk dengan melibatkan warga di Golo Rokat, Kelurahan Karot.

Selain itu, mereka juga melakukan sosialisasi tentang pencegahan DBD melalui pengeras suara di sepanjang jalan.

“Warga diminta berperan untuk membersihkan lingkungan agar bisa mencegah munculnya genangan air yang bisa berpotensi jadi tempat kembang biak nyamuk,” katanya.

Amir berkata, pihaknya bersama puskesmas juga terus memantau epidemiologi jentik dan melakukan fogging atau pengasapan di wilayah terdampak DBD.

Secara nasional, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus DBD hingga pekan ke-22 tahun ini mencapai 119.709 kasus, dengan 777 korban yang dilaporkan meninggal.

Laporan kontributor Berto Davids

Editor: Herry Kabut

 

Terima kasih telah membaca artikel kami. Jika tertarik untuk mendukung kerja-kerja jurnalisme kami, kamu bisa memberi kami kontribusi, dengan klik di sini. Gabung juga di grup WhatsApp pembaca kami dengan klik di sini.

TERKINI

BANYAK DIBACA

BACA JUGA