Aku tak berani membayangkan hal ini: Azelia dengan bibir merah yang terus-menerus mengeluarkan asap, mulut yang selalu berbau minuman keras, mata yang kuyu, wajah yang pucat, dan pager..

Tak lama kemudia, aku mendengar bunyi pager yang diletakkan di sebelah vas bunga Edelweis. Aku memencet tombol dan membacanya.

DITUNGGU DI MUTIARA, KAMAR 808, PKL 21.00

Apa maksudnya ini? Pager ini menyebut nama hotel, nomor kamar dan sebuah jam pertemuan.

Apakah karena ini semua Azelia selalu pulang terlambat? Kalau begini, aku akan sangat merasa rindu kepada wanita itu, tapi begitulah, aku sudah belajar untuk tidak pernah mengungkapkannya.

Berjam-jam lewat sudah, aku mencemaskan keadaan Azelia sekarang. Kalau sampai saat ini ia belum muncul-muncul juga, aku akan berlari dan mengejar ia sampai ke ujung dunia ini. Aku bukan tipe orang yang suka menunggu berjam-jam.

DUKUNG KAMI

Terima kasih telah membaca artikel kami.

Floresa adalah media independen. Setiap laporan kami lahir dari kerja keras rekan-rekan reporter dan editor yang terus berupaya merawat komitmen agar jurnalisme melayani kepentingan publik.

Kami menggalang dukungan publik, bagian dari cara untuk terus bertahan dan menjaga independensi.

Cara salurkan bantuan bisa dicek pada tautan ini: https://floresa.co/dukung-kami

Terima kasih untuk kawan-kawan yang telah mendukung kami.

Gabung juga di Grup WhatsApp pembaca kami dengan klik di sini atau di Channel WhatsApp dengan klik di sini.

BACA JUGA

BANYAK DIBACA