Namun, di saat penantian panjangku hampir berakhir, tanpa kusadari Azelia sudah berdiri di depan pintu.

Wajahnya pucat, seakan menghapus setiap panorama wajahnya yang indah. Aku tak kenal dengan Azelia yang ini. Dia kaget begitu melihatku yang masuk ke dalam rumahnya tanpa permisi. Aku ingin sekali menyapanya, melabraknya dan memeluknya.

Namun, kejadian ini membuat degup jantungku mau copot: Azelia tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri dan mengeluarkan busa berwarna putih dari mulutya.

Bau alkohol begitu menyengat dan terpaksa kutahan ketika kuangkat tubuhnya ke dalam kamar.

Aku dilanda beribu jenis kecemasan yang bertubi-tubi. Kehilangan dirinya akan membuat hatiku hancur berkeping-keping. Jujur, aku sangat takut kehilangan Azelia.

Demi Tuhan..

***

Dengan segala kemampuanku, aku mencoba menolong Azelia. Namun, Azelia terus mengeluarkan busa di mulutnya. Ia masih juga tak bisa bergerak. Wajahnya kuyu dan pucat, sangat pucat. Semuanya terasa pahit.

DUKUNG KAMI

Terima kasih telah membaca artikel kami.

Floresa adalah media independen. Setiap laporan kami lahir dari kerja keras rekan-rekan reporter dan editor yang terus berupaya merawat komitmen agar jurnalisme melayani kepentingan publik.

Kami menggalang dukungan publik, bagian dari cara untuk terus bertahan dan menjaga independensi.

Cara salurkan bantuan bisa dicek pada tautan ini: https://floresa.co/dukung-kami

Terima kasih untuk kawan-kawan yang telah mendukung kami.

Gabung juga di Grup WhatsApp pembaca kami dengan klik di sini atau di Channel WhatsApp dengan klik di sini.

BACA JUGA

BANYAK DIBACA