Alhasil, nilai keperempuanan sudah bergaya kebarat-baratan, ke-korea-korea-an dimana tanpa disadari menyeret perempuan masa kini ke dalam krisis indentitas sebagai perempuan Indonesia.

Kenyataan ini sangat disayangkan jika melihat peran perempuan yang juga adalah ibu atau calon ibu masa depan.  Jika perempuan masa kini lebih banyak mengalami krisis identitas sebagai orang Indonesia maka bisa dipastikan generasi masa depan bangsa ini juga akan mengalami krisis identitas yang akut.

Perempuan adalah rahim peradaban bangsa yang berperan penting dalam membangun serta menjaga kekayaan budaya dan nilai kebajikan yang telah diwariskan nenek moyang kita.

Karena itu, masalah perempuan masa kini adalah masalah jati diri, di samping masalah ketidaksetaraan gender yang sampai sekarang ini masih hangat diperbincangkan.

Masalah perempuan masa kini adalah bagaimana menemukan kembali roh perempuan Indonesia yang sudah lama dibangun oleh perempuan terdahulu seperti yang terjadi pada kongres perempuan pertama.

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA