Nasehat dan suara kebajikan perempuan, juga aksi nyata dalam mengkampanyekan perubahan adalah modal yang kuat dalam melakukan perubahan.

Dari uraian di atas mungkin, saya tidak sedang mengatakan kalau laki-laki adalah biang kerok kehancuran peradaban bangsa. Tetapi seperti yang pernah disampaikan Bung Karno, bahwa laki-laki dan perempuan itu seperti sepasang sayap burung.

Jika salah satu dari kedua sayap burung itu patah maka dia tidak akan terbang setinggi langit. Demikian juga seperti yang terjadi sekarang ini, dimana laki-laki masih merasa lebih tinggi dan lebih hebat dari perempuan maka selama itu juga akan ada ketimpangan sosial.

Laki-laki dan perempuan harus berjalan sejajar dan berdampingan, bukan untuk saling menyaingi melainkan untuk saling melengkapi seperti sepasang saya burung.

Penulis adalah mantan aktivis GMNI-Manggarai, penyiar radio di Manggarai Timur

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA