TRUK-F Apresiasi Penanganan Kasus Penyekapan di Toko Kaigi, Maumere

Beberapa korban, kata dia, juga mengalami perlakuan kasar dari pemilik toko. “Seringkali, payudara mereka diraba-raba oleh majikan,” katanya.

Selama bekerja, mereka juga tidak diizinkan keluar dari tempat tinggal, termasuk ke gereja

Terkait gaji, kata Suster Eustochia, beruntung karena pihak toko sudah membayarnya kepada para korban setelah dimediasi oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sikka, tanggal 9 Maret 2015, di mana masing-masing mereka mendapat gaji rata-rata Rp 800 ribu sebulan. (Ari D/ARL/Floresa)

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA