Kisah Anggota DPRD Kota Kupang Pernah Diusir dari Rumah Gaspar Ehok

Betapa saya terkejut di akhir diskusi, beliau menegaskan dua hal penting kepada saya. Pertama beliau bilang, nana saya sangat menghormati Bung Kanis Alm. Beliau adalah orang yang sama seperti Soekarno atau akrab disapa Bung Karno. Orang- orang seperti mereka adalah manusia yang gagah perkasa, dan pemberani, pejuang. Tetapi setelah mereka berjuang, mereka sesungguhnya membutuhkan orang lain untuk mengisi atau meneruskan perjuangannya. Saya sungguh menyesal agak terlambat dekat dengan Bung Kanis sekitar 3 bulan sebelum almarhum meninggal. Yah, karena saya memang kuliahnya tidak di Kupang. Saya kuliahnya di Jogja.

Kedua, nana hidupkan saja dan kapan nana ada kegiatan, membutuhkan pikiran saya, saya siap hadir.

Dari sinilah saya dapat menyimpulkan bahwa ternyata beliau hanya ingin menguji, dan ingin mengukur sejauh mana pemahaman dan keseriusan saya dalam membangunkan kembali organisasi dimaksud. Beliau bukanlah seperti yang dipandang banyak orang yang hanyalah sekedar dapat menilai atau memandang sosoknya dari jauh.

Bentuk konsistensi dari pernyataan itu, ketika di tahun 2012 pada saat kegiatan penerimaan anggota baru  TAMISARI Kupang beliau hadir dan memberikan pikiran yang tidak lain adalah mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk memiliki rasa keindonesiaan dan peka terhadap pembangunan.

Selanjutnya kami sering berdiskusi berdua tentang berbagai hal. Dan, sebagai anak muda yang sadar diri bahwa sedang belajar, saya selalu memposisikan diri sebagai pendengar dan terus menggali jejaknya.

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA