BerandaPERISTIWA300 Ha Lahan di...

300 Ha Lahan di Satarmese Barat Akan Diusulkan Jadi Kawasan Ternak

Para anggota DPRD NTT dan Pemerintah sedang meninjau lokasi (Foto: Ardy Abba/Floresa)
Para anggota DPRD NTT dan Pemerintah sedang meninjau lokasi (Foto: Ardy Abba/Floresa)

Ruteng, Floresa.co – Sekitar 300 hektar lahan di Lingko Kalo, Kampung Borik, Desa Borik, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan diusulkan menjadi kawasan instalasi pengembangan ternak.

Dalam rencananya, kawasan instalasi pengembangan dan pembibitan dan sapi potong ini akan diusulkan oleh Dinas Peternakan Provinsi NTT ke Direktorat Peternakan Nasional di Jakarta.

Irianto, Sekretaris Dinas Peternakan Provinsi NTT mengatakan, instalasi ini diprioritaskan di tempat-tempat yang sudah memiliki kelompok ternak, seperti kelompok ternak sapi.

“Penetapan kawasan itu tentu yang paling penting adalah status lahan dan tahapan berikutnya akan dibuat master plan,” kata Irianto kepada Floresa.co  saat ditemui di Borik.

Ia datang bersamaan dengan kunjungan kerja beberapa anggota DPRD Provinsi NTT ke Kabupaten Manggarai, Jumat (27/3/2015).

Kunjungan kerja yang langsung melakukan pemeriksaan lokasi ini dihadiri oleh tiga anggota DPRD NTT, masing-masing, Yeni Veronika, Anggota Komisi II Dapil Manggarai Raya, Afridus Bria Serang, Wakil Ketua Komisi II, dan Thomas Tiba, Wakil Ketua Komisi IV.

Yos Mantara, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Manggarai pun turut serta dalam kunjungan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Irianto menjelaskan, di NTT ada 13 daerah yang sudah diusulkan menjadi instalasi pengembangan ternak.

Kata Irianto, di Pulau Timor yang sudah diusulkan yaitu Kabupaten Kota Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), dan Malaka.

Di Pulau Flores yaitu Manggarai Timur, Ngada, dan Flores Timur.

Sementara di Pulau Sumba, semua kabupaten sudah diusulkan.

“Di Manggarai ini sementara diproses untuk diusulkan untuk 2015 hingga 2019. Memang belum terlambat. Tadi saya SMS dengan Kabag Perencanaan Direktorat Jendral Peternakan Nasional. Kata dia, kalau ada kawasan diusulkan saja, itu tidak jadi soal,” ujar Irianto.
Mantara mengatakan, tempat di Borik  nanti akan dipastikan lagi kelayakannya secara teknis.

Sementara itu, Yeni Veronika berharap, Pemerintah Kabupaten Manggarai hendaknya lebih pro aktif lagi untuk melakukan kordinasi terkait usulan tersebut kepada pemerintah Provinsi dan DPRD NTT.

Kata dia, semua itu dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kita sama-sama berjuang. Mengapa di daratan Timor dan Sumba lebih banyak ketimbang daratan Flores,” ungkap Yeni.

Senada dengan Yeni, Thomas Tiba berjanji akan mendukung program tersebut asalkan demi kesejahteraan kelompok peternak sapi dan seluruh masyarakat.

Saat ditanyai upaya pemerintah Provinsi NTT untuk membangun instalasi ternak tersebut, Tarsi seorang warga kampung Borik mengaku senang dan meminta pemerintah segera merealisasikan program tersebut di Lingko Kalo. (ADB/Floresa).

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga