Kedok PT SIM Sudah Terbongkar?

Menegaskan kembali surat penolakannya, Kelompok Gemas P2 yang diwakili oleh Syl Deni mengatakan, pantai Pede adalah objek yang sedang disengketakan antara Pemprov NTT, Pemda Manggarai Barat dan masyarakat.

Karena itu, ia melanjutkan, PT SIM belum saatnya bertatap muka dengan masyarakat membicarakan soal pemanfaatan pantai Pede. Sebaliknya, Pemprov, Pemda Mabar dan masyarkat perlu berembug soal kepemilikan dan manfaat pantai terlebih dahulu.

“Gubernur harus datang untuk bersama diskusi tentang hal ini mulai dari pemilikan dan pemanfaatannya. Tidak boleh ada tahapan yang lompat,” ujarnya.

Lembaga sosial masyarakat Sun Spirit for Justice and Peace menegaskan sikap penolakan serupa. Direktur Sun Spirit, Ryan Nuhan, mengatakan sikap penolakan itu adalah kritik terhadap model pembangunan di Manggarai Barat.

“Kritik kami adalah terkait paradigma pembangunan. Pengelolahan pantai Pede hanya mengandalkan investor. Sangat menjijikkan, seolah Pemerintah tidak bisa lakukan apa-apa”,ujarnya.

Sikap penolakan Gereja Keuskupan Ruteng bertolak dari hasil keputusan Sinode III.

“Berbicara tentang Sinode berarti berbicara tentang seluruh umat di Manggarai” kata Romo Robert Pelita yang memwakili pihak Keuskupan.

Ia juga mengungkapkan keheranannya terhadap sikap gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

“Di tengah pemimpin yang lain memikirkan ruang publik, justru gubernur NTT tidak berpikir ke arah itu. Saya heran. Ini Pemimpin yang buta terhadap masa depan”, tegasnya.

DUKUNG KAMI

Terima kasih telah membaca artikel kami.

Floresa adalah media independen. Setiap laporan kami lahir dari kerja keras rekan-rekan reporter dan editor yang terus berupaya merawat komitmen agar jurnalisme melayani kepentingan publik.

Kami menggalang dukungan publik, bagian dari cara untuk terus bertahan dan menjaga independensi.

Cara salurkan bantuan bisa dicek pada tautan ini: https://floresa.co/dukung-kami

Terima kasih untuk kawan-kawan yang telah mendukung kami.

Gabung juga di Grup WhatsApp pembaca kami dengan klik di sini atau di Channel WhatsApp dengan klik di sini.

BACA JUGA

BANYAK DIBACA