Lebu Raya Janji Pecat Oknum Pejabat yang Terlibat Mafia Trafficking

Gubernur Frans Lebu Raya
Gubernur Frans Lebu Raya

Jakarta, Floresa.co – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya berkomitmen bersikap tegas menindak oknum pejabat yang terlibat dalam kasus perdagangan manusia di NTT.

Tak tanggung-tanggung, Lebu Raya mengatakan akan memecat oknum pejabat yang terlibat.

“Pemda memiliki sikap yang tidak ditawar-tawar. Kepala dinas yang terlibat akan diberhentikan atau diturunkan dari jabatannya”, kata Lebu Raya saat menjawab pertanyaan salah seorang hadirin dalam pertemuan dengan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda asal NTT se-Jabodetabek, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin, (24/11/2014).

Ia mengaku tidak mudah mengambil sikap seperti ini. Namun katanya, ini karena soal martabat dan harga diri masyarakat NTT.

“Memecat atau menurunkan seorang pejabat dari jabatannya adalah sesuatu yang tidak mudah, namun ini harus dilakukan demi martabat dan harga diri masyarakat NTT” katanya.

Lebu Raya juga mengatakan, mengatasi human trafficking butuh kerja sama banyak pihak.

“Masalah ini adalah pekerjaan rumah besar Pemda NTT. Pemda sudah membuat gugus tugas untuk mencegah TKI keluar NTT tanpa izin”, lanjutnya. (ARJ/HWL/Floresa)

Terima kasih telah membaca artikel kami. Jika tertarik untuk mendukung kerja-kerja jurnalisme kami, kamu bisa memberi kami kontribusi, dengan klik di bawah ini.

Baca Juga Artikel Lainnya

[Hoaks] Pesan Berantai Pendaftaran Penerima Bansos Tambahan El Nino

Kementerian Sosial telah merespons pesan tersebut, menyebutnya sebagai hoaks

Anggota Dewan dari NTT yang Potensial Lolos ke Senayan Dominan Wajah Lama dan Anak Politisi, Efek ‘Kegagalan Kaderisasi’ dan ‘Masyarakat yang Cenderung Pilih Calon...

Di Dapil NTT I, kemungkinan semua Caleg terpilih untuk DPR RI adalah wajah lama, sementara di Dapil NTT 2, putra Setya Novanto, narapidana kasus korupsi berpeluang lolos

Salah Satu Ketua PPS di Manggarai Timur Meninggal Saat Bertugas, Diduga Kelelahan

Korban meninggal saat sedang mempersiapkan dokumen terkait pleno hasil rekapitulasi suara di tingkat kecamatan.