Krisis Legitimasi Negara dan Ledakan Amarah Rakyat: Pelajaran dari Tragedi Pengemudi Ojol dan Aksi Ibu Heroik

Demonstrasi besar-besaran yang mengguncang Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia bukan sekadar akumulasi keluhan, melainkan ledakan amarah rakyat terhadap situasi ekonomi-politik yang semakin menekan

Dukung kami untuk terus kritis dan independen dalam melaporkan isu-isu strategis yang berdampak untuk publik, terutama kelompok marginal dan rentan. Caranya bisa dicek dengan klik di sini.

ARTIKEL TERBARU

Krisis Legitimasi Negara dan Ledakan Amarah Rakyat: Pelajaran dari Tragedi Pengemudi Ojol dan Aksi Ibu Heroik

Demonstrasi besar-besaran yang mengguncang Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia bukan sekadar akumulasi keluhan, melainkan ledakan amarah rakyat terhadap situasi ekonomi-politik yang semakin menekan

Mahasiswa di Kupang Gelar Aksi Seribu Lilin untuk Affan Kurniawan, Desak Presiden Copot Kapolri

Cipayung Kupang sebut kematian Affan sebagai “kejahatan kemanusiaan” dan tanda Polri “kehilangan jati diri”

Membunuh Mitos tentang Pahlawan dalam “Kapten hanya Ingin ke Dili”

Melalui cerpen ini, Felix K. Nesi menghadirkan cerita tentang rakyat kecil, seorang perempuan Timor yang mengambil keputusan paling radikal-menghabisi tentara Sekutu karena merasa “hanya jadi alat bagi mereka”

Kolaborasi dengan Petani Milenial, BUMDes di Labuan Bajo Luncurkan Kebun Hidroponik 

Pemerintah desa mengalokasikan dana lebih dari Rp250 juta untuk mendukung inisiatif ini

Geotermal: Energi Hijau untuk Siapa?

Narasi rendah karbon dari proyek geotermal tidak cukup menjadi pembenar bagi perampasan lahan, pengrusakan budaya, penghancuran kohesi sosial dan dampak-dampak lainnya yang merusak ruang hidup warga setempat

Nasib Pulau Padar dalam Rencana Bisnis PT KWE; Mengapa Sangat Berbahaya Bagi Taman Nasional Komodo dan Pariwisata Indonesia?

Di tengah perlawanan masyarakat dan teguran UNESCO, PT Komodo Wildlife Ecotourism (PT KWE) sedang ancang-ancang memulai pembangunan pusat bisnisnya di Pulau Padar. Sebuah ancaman nyata terhadap Taman Nasional Komodo dan pariwisata Flores

UNESCO Menegakkan Prinsip, Pemerintah Indonesia Ugal-ugalan: Mengapa Konsesi Bisnis di Taman Nasional Komodo Sangat Berbahaya dan Harus Dihentikan?

Langkah pemerintah yang terus memaksakan pembangunan pusat-pusat bisnis pariwisata milik sejumlah perusahaan di dalam habitat Komodo di tengah teguran UNESCO dan penolakan publik tidak saja berbahaya bagi kelangsungan konservasi, tetapi juga merusak potensi dan reputasi pariwisata berkelanjutan Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia

Lewat Pertanian, Keuskupan Labuan Bajo Dorong Umat Tangkap Peluang Ekonomi Pariwisata

Keuskupan menginisiasi pembuatan kebun contoh untuk tanaman hortikultura sembari mulai memetakan potensi di paroki-paroki, menargetkan bisa memasok sayur untuk hotel dan restoran di kota pariwisata super-premium

Siasat Bisnis Tommy Winata Berdalih Konservasi di Pulau Padar

Sembari menjalin kerja sama dengan Balai Taman Nasional Komodo untuk kegiatan konservasi melalui PT Palma Hijau Cemerlang, Tomy Winata mengembangkan pusat bisnis dengan ratusan vila melalui PT Komodo Wildlife Ecotourism

Para Pemburu Cuan di Pulau Padar

Dari anak-anak Setya Novanto hingga Tomy Winata, ini deretan politisi dan pebisnis di balik PT KWE yang bakal dirikan ratusan vila di salah satu pulau utama di kawasan Taman Nasional Komodo

Gubernur NTT Kunjungi Poco Leok Diapit Aparat Bersenjata Laras Panjang; Bagaimana Reaksi Warga? Apa Saja yang Ia Sampaikan?

Kedatangan Emanuel Melkiades Laka Lena terjadi beberapa hari usai tim investigasi yang dibentuknya melaporkan hasil uji petik terkait kondisi di lokasi proyek geotermal di Flores dan Lembata, termasuk di Poco Leok

Curhat Masyarakat Adat NTT di Hadapan Pelapor Khusus PBB: Dari Soal Perampasan Hak dan Kriminalisasi, Hingga Upaya Perlawanan

Mereka mengisahkan kesulitan menghadapi aksi pemerintah dan korporasi yang membuat mereka terancam kehilangan akses atas ruang hidup

Pariwisata Labuan Bajo Tak Jamin Keberlanjutan Lingkungan dan Hak Warga Lokal: Pemerintah Daerah Tak Berdaya, Gereja Ajak Lawan Model Pembangunan yang Tidak Adil

Ancaman terhadap habitat komodo, kerusakan Hutan Bowosie hingga privatisasi pantai jadi sorotan aktivis, akademisi dan perwakilan Keuskupan Labuan Bajo

“Tuhan yang Memanggil Saya,” Cerita “Suster Kargo” yang Bertahun-tahun Menyambut Jenazah Pekerja Migran NTT

“Saya ingin kehadiran saya bisa menjadi penopang, setidaknya di tengah duka yang keluarga rasakan”

Membunuh Mitos tentang Pahlawan dalam “Kapten hanya Ingin ke Dili”

Melalui cerpen ini, Felix K. Nesi menghadirkan cerita tentang rakyat kecil, seorang perempuan Timor yang mengambil keputusan paling radikal-menghabisi tentara Sekutu karena merasa “hanya jadi alat bagi mereka”

Merebut Ruang Aman: Perlawanan Senyap Perempuan Pembela HAM yang Kerja-kerjanya Sarat Kekerasan Berlapis

Tak hanya kekerasan fisik dan seksual, stigma yang direkatkan pada mereka berpotensi memperlemah pendampingan bagi warga tertindas

Belajar Menghargai Perbedaan, Peserta Didik SD Katolik di NTT dan Timor Leste Gelar Kamping Bersama

Kamping tersebut merupakan kegiatan yang diadakan secara rutin sekali dalam dua tahun
spot_img